Wakil Ketua Komisi I Raking : Sejauh ini Warga Penerima BLT Terdata Valid

img

(Wakil Ketua Komisi I Raking)

 

BONTANG, Wakil Ketua Komisi I Raking, mengemukakan pemerintah kota Bontang secepatnya akan menyalurkan  Bantuan Langsung Tunai Rp 500,000 Ribu untuk membantu warga yang terdampak covid19 yang saat ini  masih dalam tahap pembahasan tim Banggar dan TAPD pemkot Bontang. 

“Kalau tidak salah sudah dua kali pihak DPRD (Banggar) dan TAPD Pemkot Bontang menggelar rapat koordinasi terkait bantuan itu,” ujar Raking saat dihubungi melalui Whatsapp 21/04. 

ia mengemukakan, alokasi anggaran tersebut diambil dari dipangkasnya sejumlah kegiatan baik itu perjalan dinas maupun kegiatan lain di semua OPD terkait. Sebagai pihak Komisi 1 dalam hal ini, pihaknya terus melakukan koordinasi kepada pemkot Bontang, untuk melakukan langka-langkah percepatan pencairan dana segar kepada warga yang terdampak. 

“Kita terus melakukan koordinasi termasuk percepatan pencairan BLT itu karena bukan tidak mungkin warga sangat membutuhkan, apalagi bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari,” ujarnya. 

Terkait dengan BLT apakah tepat sasaran, ia memastian bantuan tersebut tepat sasaran karena saat ini pemerintah dan pihak RT terus melakukan pendataan. Artinya data tersebut tidak diragukan lagi (Valid) sehingga tidak semestinya ada penambahan warga baru yang mengaku imbas dari pandemic ini. 

“Saya sendiri yang turun ke lapangan dengan berkoordinasi dengan jajaran terkait. Artinya data itu benar-benar menyentuh warga yang terdampak covid19,” ujarnya. 

Mengenai  polemic warga yang tidak mendapatkan bantuan atau warga baru yang dikategorikan mampu namun mendapat bantuan tersebut, ia menepis anggapan itu tidak benar. 

“Saat rapat pertama dengan pihak Pemkot, saya sudah mewanti-wanti agar tidak adalagi tambahan warga yang mengaku-ngaku miskin padahal dikategorikan mampu. Ini artinya tidak adalagi tambahan warga baru,” ujarnya. 

Persoalan ini harus dilhat dari rasio, apakah kategori penerima bantuan itu layak atau tidak harus dilihat jelas. Misalnya, warga yang menyewa rumah tetapi mempunyai pekerjaan tetap 

“Inikan hanya persoalan layak atau tidak. Yang jelas mereka yang telah mempunyai pekerjaan tetap saya rasa tidak perlu mendapatkan bantuan itu. Kecuali mereka yang pra kerja atau lainnya itu bisa dipertimbangkan,” tandasnya.wan/adv